Value Engineering pada Jasa Konstruksi

January 3, 2009

VALUE ENGINEERING PADA JASA KONSTRUKSI

Oleh : Nur Al Fata

Dalam dunia jasa konstruksi Value Engineering (VE) adalah suatu usaha untuk mencapai konstruksi yang optimal dengan biaya minimum. Banyak istilah mengenai Value Engineering ini, antara lain Value Analysis, Value Management, Value Control atau lainnya.yang makna dan aktivitasnya tidak banyak berbeda. Secara umum VE adalah usaha yang disengaja atau terorganisasi dengan menganalisis fungsi suatu barang dan jasa yang bertujuan untuk mendapatkan biaya yang paling rendah dengan pencapaian perfomance yang essensial sesuai kebutuhan dan harapan pelanggan.
Usaha yang disengaja artinya kegiatan yang direncanakan dan diketahui oleh para pihak : penyedia jasa maupun pengguna jasa, karena nilai manfaat atau efisiensi yang dihasilkan harus bisa dinikmati oleh para pihak, terutama bagi penngguna jasa. Dengan demikian apabila tidak diatur dalam perjanjian / kontrak, maka sebelum proses VE dilakukan, penting kiranya disepakati atas proporsi terhadap nilai biaya efisiensi yang dihasilkan.
Sebelum VE ini dijalankan, sebenarnya banyak ditemukan produk dan jasa yang memiliki biaya yang tidak diperlukan. Penyebabnya antara lain : informasi yang tidak lengkap, pengetahuan terhadap biaya kurang, kurangnya pengetahuan tentang teknologi, waktu yang terburu-buru, kebiasaan, dan lain sebagainya.
Secara unik VE meliputi designability, constructability, dan contractability sebagai value yang mempengaruhi terhadap budget dan cost control. Jadi tiga komponen Value pada bisnis jasa kontrruksi adalah :
Designability : berhubungan dengan nilai dari optimalisasi disain
Constructability : berhubungan dengan nilai material, alat, metoda dalam kemudahan pelaksanaan konstruksi
Contractability : berhubungan dengan nilai yang tertuang secara kontraktual yang bisa diterima para pihak

Sumber-sumber perubahan dalam melakukan VE antara lain :
1. Optimalisasi disain = 27.8 %
2. Biaya yang tidak perlu = 23.1 %
3. Spesifikasi = 14.4 %
4. Kemajuan Teknologi = 13.9 %
__________________
Total = 79.2 %

VE pada dasarnya dapat diaplikasikan pada semua hal, sebab semua hal memiliki fungsi, dan semua biaya adalah untuk fungsi. Namun dalam melakukan proses VE, hukum Pareto berlaku : yaitu 80 % dari biaya total dikandung oleh 20 % komponennya.

Hukum ParetoHukum Pareto

Lalu kapan sebaiknya dilakukan VE? VE sebaiknya dikonsentrasikan pada masa sebelum tahap procurement dan konstruksi, yakni pada masa engineering design. Pada tahap engineering design sangat leluasa dalam melakukan analysis fungsi terhadap disain, spesifikasi dan teknologi. Pada saat tahap disain, biaya yang dikeluarkan juga masih kecil, karena belum dimulai pengadaan barang-barang. Hal ini disebabkan karena proses masih berlangsung ‘di atas kertas’ yang dengan mudah dilakukan exercise, membuat alternatif-alternatif atau pilihan-pilihan.

Potensi Saving Cost - Tahap PelaksanaanPotensi Saving Cost – Tahap pelaksanaan


Proses VE pada tahap disain harus dilakukan bersama-sama antara desainer ( arsitek, engineering), praktisi VE dan quantity surveyor.

Aktivitas VE - Disain
Aktivitas VE – Disain


Pada disain tahap program planning & concepts, VE melakukan kajian konsep-konsep model Quality , sedangkan QS menyajikan master schedule, market survey, dan budget model. Selanjutnya desainer mendevelop konsep-konsep alternatif dan dengan masukan estimasi biaya, maka dipilihkan salah satu konsep disain yang selanjutnya dilanjutkan dengan proses disain skematik. VE melakukan kajian-kajian terhadap disain skematik. Begitulah selanjutnya pada tahap design development, tahap construction documents, maka VE dan QS turut bersama-sama dengan disainer melakukan kajian sehingga dihasilkan dokumen tender yang paling efisien.

Dengan demikian support knowledge yang menunjang keberhasilan VE diantaranya adalah :
Kompetensi disain
Estimasi biaya
Teknologi ( material, alat )
Procurement
Scheduling

Proses VE dimulai sejak diperolehnya informasi-informasi awal dari hasil studi pendahuluan, kemudian dilanjutkan pada Value Circle. Tahap awal dari proses ini ialah analisis fungsi. Analisis fungsi merupakan hal yang paling penting karena semua biaya adalah untuk mencapai fungsi.

Value Circle

Value Circle

Tingkat efisiensi dari sauatu VE diukur dengan Value Index.( VI ). VI adalah perbandingan antara Cost dengan Worth ( VI = C/W ). Worth adalah biaya terendah untuk mencapai fungsi yang diperlukan.Good Value apabila nilai VI =1 . Fungsi terdiri atas fungsi basic dan fungsi sekunder. Fungsi basic adalah fungsi harus dicapai yang apabila dihilangkan menyebabkan berkurangnya kepuasan yang dibutuhkan pelanggan atau pengguna.

Proses decision making pada VE jasa konstruksi didasari atas analisis keputusan terhadap faktor designability, constructability, dan contratcability dengan kajian pokok terhadap biaya.

Proses VA/VE Decision Making

Proses VA/VE Decision Making

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s